Sekitar 1 menit baca
Tumpek: Rangkaian Perayaan yang Menghormati Tumbuhan, Hewan, dan Benda
Ada satu rangkaian hari raya di Bali yang secara khusus ditujukan untuk pohon, ternak, alat kerja, dan kesenian โ jauh sebelum istilah keberlanjutan populer.
Datang tiap tiga puluh lima hari
Tumpek jatuh pada Saniscara Kliwon, yaitu ketika hari Saniscara dalam siklus tujuh harian bertemu Kliwon dalam siklus lima harian. Pertemuan ini terjadi setiap tiga puluh lima hari.
Dalam satu putaran Pawukon yang panjangnya 210 hari, ada enam kali Tumpek โ masing-masing dengan nama dan fokus berbeda.
Enam fokus yang berbeda
Rangkaian Tumpek mencakup penghormatan terhadap tumbuh-tumbuhan, terhadap hewan, terhadap peralatan dan benda berbahan logam, terhadap kesenian dan alat musik, serta hari-hari yang berkaitan dengan rangkaian Kuningan.
Tiap Tumpek punya nama sendiri dan upacara yang disesuaikan dengan apa yang dihormati pada hari itu.
Menghormati pohon secara harfiah
Salah satu yang paling menarik bagi pengamat luar adalah Tumpek yang ditujukan bagi tumbuhan. Pada hari itu, pohon-pohon yang berbuah diberi persembahan dan kain, dan dalam sebagian tradisi diajak bicara sebagai bentuk penghormatan.
Waktunya jatuh sekitar dua puluh lima hari sebelum Galungan โ periode yang secara praktis memang saat tanaman perlu diperhatikan menjelang kebutuhan hasil bumi untuk upacara besar.
Menghormati alat kerja
Ada pula Tumpek yang ditujukan bagi benda-benda berbahan logam: alat pertanian, senjata pusaka, dan dalam praktik masa kini kadang termasuk kendaraan bermotor.
Melihat mobil dan sepeda motor diberi sesajen pada hari itu adalah pemandangan yang umum di Bali, dan menunjukkan bagaimana tradisi lama menyesuaikan diri dengan benda-benda baru.
Cara pandang di baliknya
Rangkaian Tumpek mencerminkan pandangan bahwa manusia bukan satu-satunya yang layak dihormati โ tumbuhan, hewan, dan benda yang menopang kehidupan juga punya tempat.
Dalam pembicaraan modern tentang hubungan manusia dengan lingkungan, cara pandang semacam ini sering disebut sebagai contoh kearifan lokal yang relevan. Bagi masyarakat Bali sendiri, ini bukan gagasan baru melainkan praktik yang sudah berjalan turun-temurun.
Mau langsung mencoba hitungannya?
Buka halaman Kalender Bali โArtikel Lainnya
Kalender Bali
Membaca Kalender Bali: Sistem Waktu Paling Rumit di Indonesia
Kalender Bali menjalankan sepuluh siklus hari sekaligus, dari siklus satu harian sampai sepuluh harian. Kalau kamu pernah bingung kenapa Galungan tidak pernah di tanggal yang sama, jawabannya ada di sini.
Kalender Bali
Galungan dan Kuningan: Rangkaian Sepuluh Hari yang Datang Tiap 210 Hari
Yang terlihat sebagai dua hari raya sebenarnya satu rangkaian panjang yang dimulai jauh sebelum Galungan dan baru selesai berhari-hari setelah Kuningan.
Kalender Bali
Nyepi: Satu Hari Ketika Sebuah Pulau Benar-Benar Berhenti
Tidak banyak tempat di dunia yang menghentikan seluruh aktivitasnya selama dua puluh empat jam penuh โ termasuk menutup bandara internasionalnya.
Weton
Weton di Jawa Timur: Bukan Sekadar Hitungan, Tapi Cara Orang Menata Hidup
Kalau kamu pernah belanja di Pasar Legi Ponorogo atau Pasar Pon Trenggalek, sebenarnya kamu sudah menyentuh sistem weton tanpa sadar. Nama pasar-pasar itu bukan kebetulan.
Weton
Cara Menghitung Weton Sendiri Tanpa Kalkulator
Kalkulator memang lebih cepat, tapi begitu tahu logikanya kamu bisa menghitung weton siapa pun cukup dengan selembar kertas โ dan tahu kalau ada situs yang hasilnya keliru.
Weton
Petung Jodoh Weton: Apa yang Sebenarnya Dihitung
Hitungan jodoh weton bukan satu rumus tunggal. Ada beberapa metode yang berjalan bersamaan, dan tidak jarang hasilnya saling bertentangan.