Sekitar 2 menit baca
Galungan dan Kuningan: Rangkaian Sepuluh Hari yang Datang Tiap 210 Hari
Yang terlihat sebagai dua hari raya sebenarnya satu rangkaian panjang yang dimulai jauh sebelum Galungan dan baru selesai berhari-hari setelah Kuningan.
Bukan dua hari, tapi satu rangkaian
Galungan dan Kuningan sering dibicarakan sebagai dua hari raya terpisah. Dalam praktiknya keduanya adalah satu rangkaian: Galungan menandai puncaknya, Kuningan menutupnya sepuluh hari kemudian.
Persiapannya sendiri dimulai beberapa hari sebelum Galungan, dengan tahapan yang masing-masing punya nama dan maknanya sendiri โ termasuk hari khusus untuk membuat penganan, dan hari untuk menyiapkan sarana upacara.
Makna yang dirayakan
Galungan diperingati sebagai kemenangan dharma atas adharma โ kebenaran atas ketidakbenaran. Perayaan ini juga dimaknai sebagai waktu ketika leluhur diyakini berkunjung, sehingga keluarga menyiapkan persembahan dan menyambutnya di rumah.
Kuningan menutup rangkaian tersebut. Upacaranya secara tradisi dilakukan sebelum tengah hari, dan ini jadi salah satu ciri khas yang membedakannya dari hari raya lain.
Penjor yang berjajar di sepanjang jalan
Pemandangan paling ikonik menjelang Galungan adalah penjor โ bambu panjang melengkung yang dihias dan dipasang di depan rumah. Lengkungannya sendiri dimaknai sebagai penghormatan, dan hiasannya berisi hasil bumi.
Bagi pengunjung, deretan penjor di sepanjang jalan adalah salah satu momen paling indah untuk melihat Bali. Bagi pemiliknya, membuat penjor adalah pekerjaan yang cukup memakan waktu dan biasanya dikerjakan bersama keluarga.
Kenapa datangnya dua kali setahun
Karena mengikuti siklus Pawukon yang panjangnya 210 hari, Galungan datang sekitar setiap tujuh bulan. Dalam satu tahun Masehi yang panjangnya 365 hari, ini berarti kadang jatuh dua kali.
Bagi yang terbiasa dengan hari raya tahunan, pola ini terasa tidak biasa. Tapi dalam kerangka Pawukon justru sangat teratur โ jaraknya selalu persis sama.
Kalau kamu berkunjung ke Bali saat Galungan
Periode ini adalah salah satu waktu paling menarik untuk melihat kehidupan budaya Bali, tapi juga masa ketika banyak warga fokus pada urusan keluarga dan upacara. Sebagian usaha kecil tutup atau memangkas jam operasional.
Menghormati suasana upacara โ berpakaian sopan di area pura, tidak mengganggu jalannya persembahyangan, dan meminta izin sebelum memotret โ adalah hal paling dasar yang dihargai warga setempat.
Mau langsung mencoba hitungannya?
Buka halaman Kalender Bali โArtikel Lainnya
Kalender Bali
Membaca Kalender Bali: Sistem Waktu Paling Rumit di Indonesia
Kalender Bali menjalankan sepuluh siklus hari sekaligus, dari siklus satu harian sampai sepuluh harian. Kalau kamu pernah bingung kenapa Galungan tidak pernah di tanggal yang sama, jawabannya ada di sini.
Kalender Bali
Nyepi: Satu Hari Ketika Sebuah Pulau Benar-Benar Berhenti
Tidak banyak tempat di dunia yang menghentikan seluruh aktivitasnya selama dua puluh empat jam penuh โ termasuk menutup bandara internasionalnya.
Kalender Bali
Tumpek: Rangkaian Perayaan yang Menghormati Tumbuhan, Hewan, dan Benda
Ada satu rangkaian hari raya di Bali yang secara khusus ditujukan untuk pohon, ternak, alat kerja, dan kesenian โ jauh sebelum istilah keberlanjutan populer.
Weton
Weton di Jawa Timur: Bukan Sekadar Hitungan, Tapi Cara Orang Menata Hidup
Kalau kamu pernah belanja di Pasar Legi Ponorogo atau Pasar Pon Trenggalek, sebenarnya kamu sudah menyentuh sistem weton tanpa sadar. Nama pasar-pasar itu bukan kebetulan.
Weton
Cara Menghitung Weton Sendiri Tanpa Kalkulator
Kalkulator memang lebih cepat, tapi begitu tahu logikanya kamu bisa menghitung weton siapa pun cukup dengan selembar kertas โ dan tahu kalau ada situs yang hasilnya keliru.
Weton
Petung Jodoh Weton: Apa yang Sebenarnya Dihitung
Hitungan jodoh weton bukan satu rumus tunggal. Ada beberapa metode yang berjalan bersamaan, dan tidak jarang hasilnya saling bertentangan.