Sekitar 2 menit baca
Isi Kalender Jawa dan Apa Gunanya di Kehidupan Sehari-hari
Kalender Jawa bukan satu siklus, tapi beberapa siklus yang berjalan bersamaan. Salah satunya bahkan masih dipakai petani untuk menentukan kapan mulai menanam.
Lahir dari keputusan politik tahun 1633
Kalender Jawa yang kita pakai sekarang dibentuk Sultan Agung dari Mataram pada 1633 Masehi. Sebelumnya masyarakat Jawa memakai kalender Saka yang berbasis matahari dan warisan Hindu.
Yang dilakukan Sultan Agung adalah menggabungkan dua sistem: perhitungan bulan diambil dari kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan, tapi hitungan tahunnya tidak dimulai dari nol โ diteruskan dari angka tahun Saka yang saat itu sudah mencapai 1555.
Hasilnya sistem yang unik: penanggalannya lunar seperti Hijriah, tapi nomor tahunnya jauh lebih besar karena mewarisi hitungan Saka.
Siklus pertama: pasaran lima hari
Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon. Siklus lima harian ini adalah lapisan paling khas kalender Jawa dan usianya lebih tua dari kalender Sultan Agung itu sendiri.
Fungsinya dulu sangat praktis: menentukan jadwal pasar. Pedagang berputar dari satu desa ke desa lain mengikuti hari pasaran, dan banyak nama pasar di Jawa sampai sekarang masih memakai nama pasaran tersebut.
Siklus kedua: dua belas bulan Jawa
Urutannya: Sura, Sapar, Mulud, Bakdamulud, Jumadilawal, Jumadilakir, Rejeb, Ruwah, Pasa, Sawal, Sela, dan Besar. Nama-nama ini serapan dari bulan Hijriah yang disesuaikan lidah Jawa.
Karena berbasis peredaran bulan, satu tahun Jawa hanya sekitar 354 hari โ sebelas hari lebih pendek dari tahun Masehi, dan selisih inilah yang membuat tanggal peringatan Jawa terus bergeser tiap tahun.
Siklus ketiga: windu dan tahun berhuruf
Delapan tahun Jawa membentuk satu windu, dan tiap tahun dalam windu punya nama sendiri: Alip, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. Windunya sendiri berputar dalam empat nama: Adi, Kuntara, Sengara, dan Sancaya.
Sistem berlapis ini membuat orang Jawa dulu bisa menyebut satu tahun secara spesifik tanpa perlu angka besar โ cukup sebut nama tahun dan windunya.
Pranata Mangsa: bagian yang paling praktis
Ini lapisan yang paling sering diabaikan padahal paling berguna. Pranata Mangsa membagi setahun jadi dua belas mangsa berdasarkan posisi matahari, bukan bulan โ jadi tanggalnya justru cukup stabil terhadap kalender Masehi.
Tiap mangsa punya penanda alam yang bisa diamati langsung: kapan hujan mulai turun, kapan angin berubah arah, kapan serangga tertentu muncul, kapan pohon berbunga.
Petani tradisional memakainya untuk menentukan kapan menyemai, menanam, dan panen. Ini bukan ramalan โ ini catatan pengamatan iklim yang dikumpulkan turun-temurun.
Kegunaannya sekarang
Yang paling umum: menentukan weton untuk keperluan wetonan, hajatan, dan hitungan hari baik. Selain itu, kalender Jawa jadi penanda banyak tradisi yang masih hidup โ malam 1 Sura, Ruwahan menjelang bulan puasa, sampai berbagai selamatan.
Untuk sebagian besar orang kota, fungsinya hari ini lebih ke identitas budaya. Tapi bagi yang masih bertani atau tinggal di daerah dengan tradisi kuat, kalender ini masih benar-benar dipakai untuk mengambil keputusan.
Mau langsung mencoba hitungannya?
Buka halaman Kalender Jawa โArtikel Lainnya
Kalender Jawa
Pranata Mangsa: Kalender Musim yang Dipakai Petani Jauh Sebelum Ada Prakiraan Cuaca
Jauh sebelum ada satelit dan badan meteorologi, petani Jawa punya sistem pembagian musim berbasis pengamatan alam yang sangat rinci.
Kalender Jawa
Malam 1 Sura: Kenapa Diperlakukan Berbeda dari Tahun Baru Lain
Kalau tahun baru Masehi dirayakan dengan kembang api dan keramaian, tahun baru Jawa justru ditandai dengan diam.
Kalender Jawa
Hitungan Selamatan 7, 40, 100, dan 1000 Hari
Angka-angka ini hafal di luar kepala bagi banyak keluarga Jawa, tapi jarang ada yang menjelaskan dari mana asalnya dan bagaimana cara menghitungnya.
Weton
Weton di Jawa Timur: Bukan Sekadar Hitungan, Tapi Cara Orang Menata Hidup
Kalau kamu pernah belanja di Pasar Legi Ponorogo atau Pasar Pon Trenggalek, sebenarnya kamu sudah menyentuh sistem weton tanpa sadar. Nama pasar-pasar itu bukan kebetulan.
Weton
Cara Menghitung Weton Sendiri Tanpa Kalkulator
Kalkulator memang lebih cepat, tapi begitu tahu logikanya kamu bisa menghitung weton siapa pun cukup dengan selembar kertas โ dan tahu kalau ada situs yang hasilnya keliru.
Weton
Petung Jodoh Weton: Apa yang Sebenarnya Dihitung
Hitungan jodoh weton bukan satu rumus tunggal. Ada beberapa metode yang berjalan bersamaan, dan tidak jarang hasilnya saling bertentangan.