Sekitar 1 menit baca
Hitungan Selamatan 7, 40, 100, dan 1000 Hari
Angka-angka ini hafal di luar kepala bagi banyak keluarga Jawa, tapi jarang ada yang menjelaskan dari mana asalnya dan bagaimana cara menghitungnya.
Rangkaian peringatan setelah kematian
Dalam tradisi Jawa, keluarga yang ditinggalkan menyelenggarakan rangkaian peringatan pada hari-hari tertentu setelah kematian. Yang paling dikenal adalah peringatan hari ketujuh, keempat puluh, keseratus, keseribu, serta peringatan tiap tahun.
Bentuknya umumnya berupa doa bersama yang dihadiri kerabat dan tetangga, disertai jamuan sederhana.
Cara menghitung yang sering keliru
Kekeliruan paling umum adalah menghitung mulai dari hari setelah kematian. Dalam praktik yang lazim, hari kematian itu sendiri dihitung sebagai hari pertama.
Karena itu peringatan hari ketujuh jatuh enam hari setelah tanggal kematian, bukan tujuh hari. Selisih satu hari ini sering jadi sumber kebingungan ketika keluarga menghitung sendiri.
Kenapa angka-angka itu yang dipilih
Sebagian penjelasan mengaitkan angka-angka ini dengan tahapan yang diyakini dilalui setelah kematian. Penjelasan lain melihatnya dari sisi sosial: rangkaian ini memberi kerangka waktu bagi keluarga untuk berduka secara bertahap, dengan dukungan komunitas yang datang berkala.
Dari sudut pandang kedua ini, fungsinya sangat masuk akal. Keluarga yang berduka tidak ditinggalkan sendirian setelah pemakaman, melainkan terus ditemani dalam interval yang makin renggang seiring waktu.
Hubungannya dengan weton
Sebagian tradisi juga mengaitkan penentuan hari peringatan dengan weton almarhum, terutama untuk peringatan tahunan. Praktik ini tidak berlaku di semua daerah.
Karena itu wajar kalau dua keluarga menghitung dengan cara berbeda. Yang lazim diikuti adalah kebiasaan keluarga atau lingkungan setempat.
Perbedaan pandangan yang perlu dihormati
Perlu disebut secara terbuka bahwa tidak semua orang menjalankan rangkaian ini, dan ada perbedaan pandangan mengenai praktiknya di kalangan masyarakat Indonesia.
Situs ini menyajikannya sebagai informasi budaya untuk membantu memahami tradisi yang ada, bukan sebagai anjuran untuk menjalankan atau meninggalkannya. Keputusan itu sepenuhnya berada pada masing-masing keluarga sesuai keyakinannya.
Mau langsung mencoba hitungannya?
Buka halaman Kalender Jawa →Artikel Lainnya
Kalender Jawa
Isi Kalender Jawa dan Apa Gunanya di Kehidupan Sehari-hari
Kalender Jawa bukan satu siklus, tapi beberapa siklus yang berjalan bersamaan. Salah satunya bahkan masih dipakai petani untuk menentukan kapan mulai menanam.
Kalender Jawa
Pranata Mangsa: Kalender Musim yang Dipakai Petani Jauh Sebelum Ada Prakiraan Cuaca
Jauh sebelum ada satelit dan badan meteorologi, petani Jawa punya sistem pembagian musim berbasis pengamatan alam yang sangat rinci.
Kalender Jawa
Malam 1 Sura: Kenapa Diperlakukan Berbeda dari Tahun Baru Lain
Kalau tahun baru Masehi dirayakan dengan kembang api dan keramaian, tahun baru Jawa justru ditandai dengan diam.
Weton
Weton di Jawa Timur: Bukan Sekadar Hitungan, Tapi Cara Orang Menata Hidup
Kalau kamu pernah belanja di Pasar Legi Ponorogo atau Pasar Pon Trenggalek, sebenarnya kamu sudah menyentuh sistem weton tanpa sadar. Nama pasar-pasar itu bukan kebetulan.
Weton
Cara Menghitung Weton Sendiri Tanpa Kalkulator
Kalkulator memang lebih cepat, tapi begitu tahu logikanya kamu bisa menghitung weton siapa pun cukup dengan selembar kertas — dan tahu kalau ada situs yang hasilnya keliru.
Weton
Petung Jodoh Weton: Apa yang Sebenarnya Dihitung
Hitungan jodoh weton bukan satu rumus tunggal. Ada beberapa metode yang berjalan bersamaan, dan tidak jarang hasilnya saling bertentangan.