Kalender Bali
Mengenal Istilah dalam Penanggalan Bali
Artikel ini menjelaskan berbagai istilah dan konsep dalam sistem penanggalan Bali, khususnya yang berkaitan dengan siklusPawukon (210 hari). Berikut rangkumannya: Poin Penting KombinasiSapta Wara + Panca Wara membentuk "weton" (35 hari siklus). Karena 210 hari โ 1 tahun Masehi, hari raya berbasis wuku tidak jatuh di tanggal yang sama setiap tahun.
Nama: Ingkel
Artinya: Kekuatan atau energi yang melekat pada hari tertentu
Penjelasan: Ingkel adalah penanda energi dasar suatu hari dalam siklus Pawukon. Ada enam jenis Ingkel yang berputar: Tunggak, Dangu, Naga, Sungsang, Patra, dan Sri. Masing-masing punya karakter berbeda โ ada yang dianggap kuat untuk memulai sesuatu, ada yang sebaiknya dihindari untuk kegiatan tertentu. Dalam praktik sehari-hari, Ingkel sering dipakai sebagai filter pertama saat menentukan hari baik.
Nama: Wuku
Artinya: Satuan waktu terbesar dalam siklus Pawukon, masing-masing berdurasi tujuh hari
Penjelasan: Satu putaran penuh Pawukon terdiri dari tiga puluh wuku, sehingga totalnya 210 hari. Urutan wuku dimulai dari Sinta dan berakhir di Watugunung. Setiap wuku punya karakter dan makna tersendiri โ misalnya, wuku Dungulan diasosiasikan dengan kemenangan, sehingga Galungan jatuh pada wuku ini. Karena 210 hari tidak sama dengan satu tahun Masehi, hari raya berbasis wuku tidak pernah jatuh di tanggal yang sama setiap tahun.
Nama: Hari
Artinya: Siklus tujuh hari dalam seminggu, disebut juga Sapta Wara
Penjelasan: Tujuh hari dalam Sapta Wara adalah: Redite (Minggu), Soma (Senin), Anggara (Selasa), Buda (Rabu), Wrespati (Kamis), Sukra (Jumat), dan Saniscara (Sabtu). Ini adalah siklus yang sama dengan yang dipakai sehari-hari, tapi dalam konteks Pawukon, setiap hari diasosiasikan dengan Bhatara (dewa pelindung) tertentu yang mempengaruhi karakter hari tersebut.
Nama: Pasaran
Artinya: Siklus lima hari yang berjalan terus-menerus, disebut juga Panca Wara
Penjelasan: Lima hari dalam pasaran adalah: Umanis, Paing, Pon, Wage, dan Kliwon. Berbeda dari Sapta Wara yang mengikuti minggu, pasaran berputar tanpa henti. Kombinasi hari dan pasaran membentuk "weton" โ misalnya "Buda Kliwon" atau "Saniscara Umanis". Karena tujuh dan lima tidak habis dibagi, butuh tiga puluh lima hari sebelum kombinasi yang sama muncul kembali.
Nama: Wewukon
Artinya: Sistem perhitungan numerik yang menentukan nilai dari setiap kombinasi wuku
Penjelasan: Wewukon bukan sekadar nama โ ini adalah angka-angka yang dipakai untuk menghitung kecocokan, hari baik, dan berbagai ramalan lainnya. Setiap wuku punya nilai wewukon tertentu berdasarkan posisinya dalam siklus. Nilai-nilai ini kemudian diolah melalui rumus tertentu untuk menentukan berbagai hal, mulai dari kecocokan pasangan sampai waktu yang tepat untuk memulai usaha.
Nama: Bhatara
Artinya: Dewa pelindung yang menguasai setiap hari dalam siklus Sapta Wara
Penjelasan: Setiap hari dalam seminggu dijaga oleh Bhatara yang berbeda: Redite dikuasai Bhatara Surya (matahari), Soma oleh Bhatara Candra (bulan), Anggara oleh Bhatara Anggara (Mars), Buda oleh Bhatara Budha (Merkurius), Wrespati oleh Bhatara Wrespati (Jupiter), Sukra oleh Bhatara Sukra (Venus), dan Saniscara oleh Bhatara Saniscara (Saturnus). Sifat Bhatara yang berkuasa di hari itu menjadi pertimbangan penting dalam penentuan dewasa ayu (hari baik).
Nama: Ingel Jejepan
Artinya: Kelompok hari yang dianggap memiliki energi khusus dan perlu diwaspadai
Penjelasan: Kata "jejepan" merujuk pada sesuatu yang menekan atau memberatkan. Hari-hari yang termasuk Ingel Jejepan biasanya dihindari untuk kegiatan penting seperti memulai usaha, menikah, atau melakukan perjalanan jauh. Namun, hari-hari ini tidak selalu buruk โ dalam konteks tertentu justru dianggap cocok untuk aktivitas yang membutuhkan kekuatan spiritual tinggi, seperti meditasi atau ritual pembersihan.
Nama: Tri Wara & Panca Wara
Artinya: Tri Wara adalah siklus tiga hari; Panca Wara adalah siklus lima hari (pasaran)
Penjelasan: Tri Wara terdiri dari tiga hari: Pasah, Beteng, dan Kajeng. Meskipun lebih pendek dari Sapta Wara, Tri Wara punya peran penting dalam menentukan karakter hari. Panca Wara adalah siklus lima hari yang sudah dikenal sebagai pasaran: Umanis, Paing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kombinasi keduanya menciptakan pola yang lebih detail โ misalnya, Kajeng Kliwon (pertemuan Kajeng dan Kliwon) dianggap sebagai hari yang sangat kuat secara spiritual.
Nama: Sad Wara & Catur Wara
Artinya: Sad Wara adalah siklus enam hari; Catur Wara adalah siklus empat hari
Penjelasan: Sad Wara terdiri dari: Tungleh, Aryang, Urukung, Paniron, Was, dan Maulu. Catur Wara terdiri dari: Sri, Laba, Dangu, dan Jaya. Kedua siklus ini sering muncul dalam konteks penentuan hari baik untuk aktivitas ekonomi dan pertanian. Bersama dengan Tri Wara dan Panca Wara, keduanya membentuk jaringan yang saling berkaitan dalam menentukan karakter hari secara keseluruhan.
Nama: Watek Panca & Watek Catur
Artinya: Sistem pengelompokan wuku berdasarkan lima elemen (Watek Panca) atau empat kategori (Watek Catur)
Penjelasan: Watek membagi tiga puluh wuku ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan sifatnya. Wuku-wuku dalam kelompok yang sama dianggap memiliki kesamaan energi. Sistem ini penting dalam perhitungan kecocokan โ misalnya, dua orang yang lahir dalam wuku dari kelompok watek yang sama dianggap memiliki kecocokan tertentu. Watek juga dipakai untuk menentukan arah, warna, dan berbagai aspek kehidupan yang diasosiasikan dengan wuku tertentu.
Nama: Eka Wara & Dwi Wara
Artinya: Eka Wara adalah siklus satu hari; Dwi Wara adalah siklus dua hari
Penjelasan: Eka Wara adalah siklus paling dasar โ setiap hari adalah bagian dari siklus ini. Dwi Wara terdiri dari dua hari: Menga dan Pepet. Menga diasosiasikan dengan aktivitas dan ekspansi, sementara Pepet berkaitan dengan istirahat dan konsolidasi. Dalam praktik sehari-hari, Dwi Wara sering dipakai sebagai panduan sederhana: hari Menga lebih cocok untuk memulai sesuatu, sementara hari Pepet lebih baik untuk mempertahankan atau mengistirahatkan.
Nama: Dasa Wara & Pangelong
Artinya: Dasa Wara adalah siklus sepuluh hari; Pangelong adalah sistem perhitungan yang berkaitan dengannya
Penjelasan: Dasa Wara terdiri dari sepuluh hari: Pandita, Pati, Suka, Duka, Sri, Manuh, Manusa, Raja, Dewa, dan Raksasa. Setiap hari punya makna mendalam yang berkaitan dengan kondisi spiritual dan material. Pangelong adalah sistem perhitungan yang memberikan nilai pada setiap hari Dasa Wara, digunakan untuk menghitung berbagai aspek termasuk kecocokan dan hari baik. Dasa Wara sering dianggap sebagai salah satu siklus yang paling berpengaruh dalam menentukan karakter hari secara keseluruhan.
Nama: Kolom 7 Pararasan & Sanga Wara
Artinya: Kolom 7 Pararasan adalah sistem tujuh kolom perhitungan; Sanga Wara adalah siklus sembilan hari
Penjelasan: Kolom 7 Pararasan digunakan untuk menghitung berbagai aspek kehidupan berdasarkan Pawukon. Setiap kolom mewakili dimensi berbeda: kesehatan, rezeki, kecocokan, dan lain-lain. Sanga Wara terdiri dari sembilan hari: Dangu, Jaya, Menala, Sungsang, Sri, Patra, Uwas, Wasa, dan Dangu (lagi). Kombinasi keduanya menciptakan sistem prediksi yang cukup detail untuk memberikan panduan spesifik tentang hari baik untuk berbagai aktivitas.
Nama: Asta Wara & Panca Suda
Artinya: Asta Wara adalah siklus delapan hari; Panca Suda adalah kelima hari terakhir dalam siklus tertentu
Penjelasan: Asta Wara terdiri dari delapan hari: Sri, Indra, Guru, Yama, Ludra, Brahma, Kala, dan Uma. Setiap hari diasosiasikan dengan dewa atau aspek kosmologis tertentu. Panca Suda adalah kelima hari terakhir yang dianggap memiliki energi khusus dan sering dikaitkan dengan penyelesaian dan pencapaian. Kedua konsep ini sering muncul dalam perhitungan yang lebih mendalam untuk memahami dinamika energi pada hari tertentu.
Nama: Sasih & Ekajalaresi
Artinya: Sasih adalah sistem penanggalan bulan; Ekajalaresi adalah perhitungan hari dalam siklus bulan
Penjelasan: Sasih adalah sistem penanggalan bulan dalam kalender Saka Bali, terdiri dari dua belas bulan: Kasa, Karo, Katiga, Kapat, Kalima, Kanem, Kapitu, Kaulu, Kasanga, Kadasa, Desta, dan Sadha. Setiap sasih dimulai dari tilem (bulan mati) dan berakhir di tilem berikutnya. Ekajalaresi adalah konsep yang memberikan nilai tertentu pada setiap hari dalam siklus bulan, digunakan untuk menentukan hari baik dan berbagai aspek kehidupan lainnya. Berbeda dari Pawukon yang berputar dalam 210 hari, Sasih mengikuti peredaran bulan.
Nama: Lintang & Pratiti Samutpada
Artinya: Lintang adalah penentuan hari berdasarkan posisi bintang; Pratiti Samutpada adalah dua belas tahap siklus kehidupan
Penjelasan: Lintang adalah sistem yang terdiri dari dua puluh tujuh lintang (gugus bintang), masing-masing punya karakter dan pengaruh berbeda. Penentuan lintang hari didasarkan pada perhitungan yang melibatkan siklus Pawukon dan posisi relatif berbagai elemen. Pratiti Samutpada berasal dari ajaran Buddha yang telah terintegrasi dalam kosmologi Bali, menjelaskan dua belas tahap siklus kehidupan dari ketidaktahuan sampai penuaan dan kematian. Dalam konteks Pawukon, setiap hari diasosiasikan dengan tahap tertentu dalam siklus ini, memberikan dimensi spiritual tambahan pada perhitungan kalender.
Nama: Purnama Siddhi & Tilem
Artinya: Purnama adalah bulan penuh; Purnama Siddhi adalah purnama yang membawa kesempurnaan; Tilem adalah bulan mati
Penjelasan: Purnama adalah saat bulan penuh, dan dalam kalender Bali ini adalah hari persembahyangan yang sangat penting. Purnama Siddhi secara khusus merujuk pada purnama yang dianggap membawa kesempurnaan dan keberhasilan. Setiap purnama dalam siklus Sasih punya nama tersendiri โ misalnya Purnama Kapat dan Purnama Kadasa sering dirayakan dengan upacara khusus. Tilem adalah kebalikannya, saat bulan tidak terlihat. Purnama dan tilem menandai pergantian sasih dalam kalender Saka Bali โ setiap sasih dimulai dari tilem. Dalam kehidupan sehari-hari, kedua hari ini adalah waktu rutin untuk melaksanakan persembahyangan di pura.
Siklus Utama
|Siklus..............................|JumlahHari|Contoh...........................................................................|
|--------------------------------|---------------|-------------------------------------------------------------------------|
|SaptaWara.....................|7...............|Redite,Soma,Anggara,Buda,Wrespati,Sukra,Saniscara.|
|PancaWara(Pasaran)....|5................|Umanis,Paing,Pon,Wage,Kliwon..................................,.|
|TriWara..........................|3................|Pasah,Beteng,Kajeng....................................................|
|CaturWara......................|4...............|Sri,Laba,Dangu,Jaya......................................................|
|SadWara........................|6................|Tungleh,Aryang,Urukung,Paniron,Was,Maulu...............|
|DasaWara......................|10.............|Pandita,Pati,Suka,Duka,Sri,dll.....................................,,,|
|SangaWara....................|9...............|Dangu,Jaya,Menala,Sungsang,dll..................................|
|AstaWara.......................|8................|Sri,Indra,Guru,Yama,dll..................................................|
Konsep Kunci
Ingkel โ Energi dasar hari (Tunggak, Dangu, Naga, Sungsang, Patra, Sri)
Wuku โ 30 satuan dalam Pawukon, masing-masing 7 hari (total 210 hari)
Bhatara โ Dewa pelindung setiap hari (Surya, Candra, Anggara, dll.)
Wewukon โ Sistem numerik untuk menghitung kecocokan dan hari baik
Watek โ Pengelompokan wuku berdasarkan elemen (Panca/Catur)
Ingel Jejepan โ Hari-hari yang perlu diwaspadai untuk kegiatan penting
Penanggalan Bulan (Sasih)
Sasih โ 12 bulan dalam kalender Saka Bali (Kasa hingga Sadha)
Purnama โ Bulan penuh, hari persembahyangan penting
Tilem โ Bulan mati, awal siklus sasih baru
Ekajalaresi โ Perhitungan hari dalam siklus bulan
Sistem Pendukung
Lintang โ 27 gugus bintang yang mempengaruhi hari
Pratiti Samutpada โ 12 tahap siklus kehidupan (dari ajaran Buddha)
Kolom 7 Pararasan โ Perhitungan 7 aspek kehidupan